Kamis, 07 Juni 2012

NASA Yakin Bumi Alien Ditemukan 2 Tahun Lagi

NASA Yakin Bumi Alien Ditemukan 2 Tahun Lagi

Selama ini ilmuwan kesulitan meneliti bumi alien. Tapi, sekarang mereka punya teknik baru


VIVAnews - Selama ini, para ilmuwan hanya mengira-ngira ratusan planet yang memiliki zona habitat dan disebut-disebut sebagai kandidat pengganti bumi. Namun, dalam dua tahun mendatang, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yakin akan menemukan planet tersebut.

Astronom sudah menemukan 750 planet yang diduga memiliki kehidupan asing alias planet alien. Sementara Teleskop Antariksa milik NASA, Kepler, menambah daftar 2300 kandidat planet berpenghuni yang menunggu studi lanjutan. Jumlah ini belum termasuk planet-planet mirip Bumi yang ada di luar sistem tata surya kita. 

"Saya percaya Kepler akan menemukan sebuah planet yang memiliki zona habitat atau Goldilocks planet dalam dua tahun mendatang," kata seorang peneliti khusus biologi exoplanet NASA, Shawn Domagal-Goldman, seperti dikutip dari Livescience.

Dia juga hakulyakin, NASA akan mampu menunjuk satu planet secara spesifik, "Planet yang bisa ditinggali makhluk hidup," kata dia. 

Studi Goldilocks planetBeberapa pejabat NASA tampaknya ingin membagi optimisme Domagal-Goldman bahwa badan antariksa tersebut siap mencari jalan untuk mempelajari bumi alien, begitu dia ditemukan. 

Sejauh ini, peneliti masih kesulitan mengivestigasi bumi asing tersebut karena jauh dan serta ukuran mereka yang kecil. Cahaya yang terpancar dari planet berzona habitat ini pun redup dan tertutupi cahaya dari bintang induk mereka. Tapi peneliti ini hakulyakin dengan teknik pendekatan transit spectroscopy, dunia ini akan segera diungkap. 

Teknik ini mendalami cahaya bintang yang memantul dari atmosfer bumi alien tersebut ke lingkungan kosmik manusia. Menurut peneliti, cahaya ini mengandung 'sidik jari' dari atmosfer bumi alien. Nah, sidik jari inilah yang akan dipelajari astronom. Bagaimana komposisi atmosfer bumi alien ini. "Cahaya refleksi dari exoplanet ini akan bercerita banyak," kata Doug Hudgins, peneliti NASA lainnya.

NASA sedang menimbang untuk meluncurkan satu misi khusus bernama Fast Infrared Exoplanet Spectroscopy Survey Explorer atau Finesse, yang menggunakan metode transit spectroscopy. Misi ini akan mengukur spektrum bintang dan planet-planet mereka di dua situasi, saat planet terlihat dan lagi saat planet ada di balik bintang induk. 

NASA juga menimbang observasi yang disebut Transiting Exoplanet Survey Satellite atau Tess yang dibantu perusahaan mesin mencari raksasa, Google. Misi ini dirancang untuk menemukan planet alien di tetangga Bumi. (sj)

Senin, 28 Mei 2012

Berita Kelulusan Anak SMA/SMK Sederajat


Siswa tersebut menerima pengumuman kelulusan, Sabtu (26/5/2012). Mendengar pengumuman tersebut, S menyatakan gembira bisa lulus UN meskipun berada di dalam sel terkait kasus dugaan perbuatan asusila itu.
"S lulus, namun saat ini masih berada di sel tahanan Polres Mataram untuk mempertanggungjawabkan dugaan perbuatan asusila yang dilakukannya terhadap salah seorang siswi SMK Negeri 2 Mataram," kata Kepala SMA Negeri 6 Mataram H Mustadi Khaeri.
Ia mengatakan, siswa yang dinyatakan sebagai tersangka tersebut dinyatakan lulus UN sesuai keputusan rapat dengan dewan guru. Hal mendasari siswa bermasalah itu diluluskan karena nilai rapor rata-rata 8 dan nilai UN juga bagus.
Selama menjalani masa pendidikan, kata Mustadi, siswa tersebut juga tidak pernah bermasalah. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya laporan dari guru bimbingan dan konseling (BK).
"Pembahasan penentuan kelulusan siswa bermasalah itu cukup lama, mulai dari siang hingga masuk waktu shalat Maghrib. Dari sekian guru yang rapat, hanya satu yang tidak setuju untuk meluluskan," katanya.
Ia mengatakan, keputusan rapat dewan guru tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram selaku instansi yang membawahi seluruh sekolah.
"Kami wajib mengkonsultasikan segala kebijakan yang dikeluarkan sekolah. Apalagi ini menyangkut tindak kriminal yang dilakukan siswa," ujarnya.
Adapun siswa SMA Negeri 6 Mataram jurusan IPS tersebut menjadi satu-satunya tersangka dari enam pelaku dugaan perkosaan terhadap siswi kelas XI SMK Negeri 2 Mataram. Beberapa pelaku lainnya juga masih duduk di kelas XI SMA Negeri 4 Mataram dan SMA Negeri 8 Mataram. Saat ini, siswa dari SMA Negeri 6 Mataram tersebut bersama para pelaku lainnya masih dalam pemeriksaan aparat Polres Mataram sebelum kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.
Informasi yang diperoleh, berkas kasus dugaan perbuatan amoral yang dilakukan sejumlah pelajar di Mataram tersebut sudah P21. Kasus dugaan perkosaan siswa SMK Negeri 2 Mataram terjadi pada 21 Maret 2012, di sekitar kantor Partai Golkar Kabupaten Lombok Barat yang terletak di Jalan Sriwijaya Mataram. Atas perbuatannya para tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara